کتاب دروازه راشومون

اثر آی. جی. پارکر از انتشارات قطره - مترجم: سمیرامیس بابایی-ادبیات ژاپن

From the author of The Dragon Scroll comes an ingenious new novel of murder and malfeasance in ancient Japan, featuring the detective Sugawara Akitada. The son of reduced nobility forced to toil in the Ministry of Justice, Akitada is relieved when an old friend, Professor Hirata, asks him to investigate a friend’s blackmail. Taking a post at the Imperial University, he is soon sidetracked from his primary case by the murder of a young girl and the mysterious disappearance of an old man—a disappearance that the Emperor himself declares a miracle. Rashomon Gate is a mystery of magnificent complexity and historical detail that will leave readers yearning for more.


خرید کتاب دروازه راشومون
جستجوی کتاب دروازه راشومون در گودریدز

معرفی کتاب دروازه راشومون از نگاه کاربران
Read the first chapter as a translation test for a local publisher. The protagonist will investigate a mysterious blackmail letter, at least that is the conflict presented in the first chapter. The setting is medieval Japan, but so far the atmosphere seems too modern for me.

مشاهده لینک اصلی
As it had been awhile since I had read the first book in this series, it took about 50 pages to get up to speed on the various characters and their relationships. Once the mysteries started building I was hooked. I like the give and take between Akitada and his servant/assistant Tora and what I hope is an accurate portrayal of medieval Japan. The investigation into the disappearance of Prince Yoakira provided an inventive resolution which was counterbalanced by the relatively mundane solution to the death of the young musician. It shows that not all investigative work is complicated; sometimes it is just dogged.

مشاهده لینک اصلی
This was a slow read for me. I really didn’t get interested in the story until the last half of the book. I was not overly fond of the main character, Akitada, as I found him too quick to anger and treat those around him dismissively. I did particularly like his servant Tora, his student Minamto and his friend Tamako.

مشاهده لینک اصلی
I love this sleuth, Akitada is ask by an old Professor Hirata to solve a mystery of a blackmailer. You instantly step into the Eleventh Century Japan along with its customs & superstitions. Im definitely going to read this whole series. Its the best Historical Mystery of Japan in this Century that Ive read so far! I highly recommend it.

مشاهده لینک اصلی
Pasti mereka membawanya ke [email protected]
Rashoman!
Tora menggigil


Rashoman adalah pintu gerbang besar di selatan ibu kota. Semua orang tahu bahwa kalangan miskin yang tidak sanggup mengupayakan pemakaman, meninggalkan mayat di sana. Pihak yang berwenang akan mengumpulkannya untuk kemudian membakarnya bersama mayat-mayat yang lain.Oleh karenanya selain penjahat, tidak ada seorangpun yang datang setelah malam

Seri ini mengisahkan tentang Sugawara Akitada yang berasal dari keluarga bangsawan namun hanya menjabat sebagai pejabat rendahan di Kementerian Kehakiman. Kode yang ketat dan struktur sosial Kuno Jepang membuat Akitada harus super berhati-hati dalam melakukan penyelidikan. Sopan santun dan kehormatan membuat ia harus berpikir dua kali jika ingin bertindak agar tidak menyinggung pihak-pihak tertentu, kedua hal tersebut menjadi bumbu menarik dalam novel misteri ini.

Selama penyelidikan Akitada dibantu oleh Tora. Tora yang kebetulan adalah rakyat biasa, mampu melakukan penyelidikan ke tempat-tepat yang tak mungkin didatangi oleh Akitada. Sehingga Akitada bisa memperoleh info yang sangat membantu proses penyelidikannya. Selain itu, masih ada Seimei yang bertindak sebagai pelayan pribadinya. Seimei yang mengenal Akitada sejak kecil kadang sering menjengkelkan Akitada dengan kepatuhannya akan adat istiadat.

Bermula dari permintaan bantuan Profesor Hirata dari Universitas Kekaisaran, seseorang yang dianggapnya orang tua , untuk menyelidiki sebuah kasus yang dapat memalukan nama Universitas Kekaisaran yang juga almamaternya. Bagi Akitada ini bisa dianggap sebagai selingan dari pekerjaannya yang menjemukan.

Salah satu kolega sang profesor mengalami pemerasan, sang profesor tanpa sengaja menemukan surat berisi pemerasan. Guna menyelidiki kasus tersebut, Akitada menyamar sebagai asisten Profesor Hirata di Universitas Kekaisaran. Ternyata dunia akademis di Universitas kekaisaran penuh dengan gosip dan persaingan kecil antar sesama pengajar. Tanpa bisa menolak, Akitada ikut terseret dalam arus persaingan tersebut.

Masalahnya ternyata tidak sesederhana yang dikira Akitada. Kasus awal yang dirasa sepela ternyata kian berkembang seiring dengan ditemukannya seorang wanita muda yang semula adalah murid salah satu guru. Perhatian Akitada segera teralihkan dari kasus pemerasan ke pembunuhan wanita muda, ditambah dengan menghilanganya secara misterius kakek seorang siswa

Seperti umumnya buku dengan nuansa Jepang, dalam buku ini juga diselipkan kalimat kiasan bermakna dalam. Misalnya saja kalimat @Tetesan embun terbesarlah yang selalu pertama kali terjatuh dari [email protected] , @ Jangan menghina orang yang kau mintai bantuannya. Hina dia setelah kau mendapatkan yang kau [email protected], @Kecebong hanya bisa berubah menjadi [email protected], serta @Jika kau mengejar dua kelinci, kau akan kehilangan [email protected]

Kita juga bisa mendapat tambahan infomasi mengenai kehidupan disana. Misalnya saja sebutan kelinci merupakan sebutan bagi seorang mahasiswa yang membantu juru masak. Bahwa Obi yang sepertinya sederhana ternyata terdiri dari berbagai macam bahan yang tentunya akan berpengaruh pada harga jual.

Pada awalnya cerita memang berkesan datar, namun kian kebelakang kian seru. Pemilihan huruf yang digunakan sebenarnya membuat mata tidak nyaman karena berkesan kecil dan tipis-tipis. Selain itu ada berapa terjemahan yang seakan dipaksakan, tidak pas. Misalnya saja kalimat di halaman 98, @ ...sekarang sudah berterima bagi kaisar dan [email protected]

Kekurangan yang ada bisa ditutupi dengan karikatur khas yang marik. Selain digambarkan dengan menggunakan pakaian Jepang, penggambarannya sangat cocok dengan kejadian yang sedang berlangsung.

Ingrid J Parker sang penulis memenangkan penghargaan @Private Eye [email protected] dari America Shamus Award untuk Best P. I. Short Story ditahun 2000 untuk bukunya @Akitadas First [email protected], yang diterbitkan pada tahun 1999. Hingga saat ini dia masih menulis untuk Alfred Hitchcock’s Mystery Magazine. Kontak resminya di [email protected], sedangkan situs resminya di http://www.ijparker.com/.

Kemampuannya mengolah sebuah kisah misteri yang dilatar belakangi kebudayaan Jepang mampu membawa pembacanya seakan berada di abad kesebelas. Gambar yang disajikan kian membawa nuansa Jepang ke alam pikiran para pembaca.

Satu hal yang langsung menarik minat saya saat membuka lembatpertama buku ini, yaitu penjabaran mengenai tokoh yang ada mengingatkan saya akan buku-buku Agatha Christie dan S. Mara Gd. Disebutkan mengenai tokoh yang terkait kasus, lengkap dengan perannya dalam buku ini. Misalnya Tamako , putri Hirata. Sehingga sebelum membaca kita bisa mendapat gambaran mengenai para tokoh, saat membaca bisa kian menikmati keseluruhan cerita.

Seri ini sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Judul lengkapnya adalah :
The Dragon Scroll
Rashomon Gate
Black Arrow
Island of Exiles
The Hell Screen
The Convicts Sword

Bagi penggemar kisah petualangan Sugara Akitada, jangan lupa mengunjungi http://sugawaraakitada.blogspot.com/ yang merupakan situs resmi bagi komunitas pembaca kisah-kisah Petualangan Sugawara Akitada.

Buat mereka yang menyukai cerita detektif, buku ini menawarkan sebuah kisah detektif yang tidak biasa.

Buat mereka yang menyukai novel ala Jepang, buku ini layak dikoleksi.

مشاهده لینک اصلی
کتاب های مرتبط با - کتاب دروازه راشومون


 کتاب سوکورو تازاکی بی رنگ و سال های زیارتش
 کتاب جنگل نروژی
 کتاب دروازه راشومون
 کتاب مردان بدون زن
 کتاب شبانه ها
 کتاب حال و هوای عجیب در توکیو